Home / Travel Story / Travel with Girly – Pantai Klayar

Travel with Girly – Pantai Klayar

Pantai selalu menjadi lokasi liburan favorit saya. Dibandingkan ke gunung, saya lebih suka pantai. Saya bukan anak gunung. Menurut saya mendaki gunung just not my thing. Saya lebih suka bermain air, menikmati suara ombak, dan pasir pantai yang lembut.

Bersyukur saya tinggal di Indonesia. Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi oleh lautan luas. Maka dari itu, hiburan pantai di Indonesia benar-benar tidak pernah kurang. Lautannya yang indah bahkan menjadi daya tarik tersendiri bagi turis mancanegara.

Libur lebaran kemarin saya dan keluarga memutuskan untuk berlibur ke salah satu pantai yang ada di pesisir laut selatan. Yaitu pantai Klayar yang berada di Kabupaten Pacitan. Yuk simak cerita seru saya!

Travel_with_Girly_Pantai_Klayar11

Pantai Klayar

Pantai Klayar terletak di kabupaten Pacitan. Tepatnya di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo. Berangkat dari Surabaya pukul 10 pagi, waktu yang ditempuh membutuhkan waktu sekitar 7 jam. Ada cerita seru ketika berangkat. Saya dan keluarga benar-benar tidak tahu arah menuju ke Klayar. Jadi kami mengandalkan GPS.

Karena masih suasana lebaran, jalanan pun macet. Akhirnya kami sampai di Pacitan sekitar pukul 6 sore. Cukup melelahkan, tapi kami belum sampai ke pantai Klayar. Waktu itu, pukul 6, wilayah yang kami lalui sudah lumayan sepi. Apalagi wilayah yang kami lalui sudah memasuki pegunungan dan jalan yang berkelok-kelok. Gelap. Seram. Kami cuma mengandalkan Google Maps.

Pukul 9 malam, kami masih berputar-putar wilayah Pacitan dan belum juga Β menemukan pantai.Jalan yang kami lalui pun semakin sepi dan hanya ada pepohonan dan bukit-bukit. Bahkan terkadang hanya ada hamparan lapangan luas yang gelap. Saya sempat berfikir kami melewati jalur seperti di film Woman in Black saat menuju rumah tua yang berhantu itu. Pada waktu itu puntidak ada lampu penerangan di jalan. Sumber penerangan hanya berasal dari lampu mobil kami. Mobil atau motor yang lewat pun jarang sekali ada yang lewat.

Pukul 10 malam, jalan yang kami lalui semakin sempit, gelap, berbatu, dan nyaris tidak ada rumah penduduk. Pada saat itu, kami dihadapkan pada jalan bercabang. Berdasarkan Google Maps, jalan yang harus ditempuh adalah jalur sebelah kanan. Tetapi, jalur sebelah kanan yang kami lihat di depan mata kami sangat gelap. Nyaris tak terlihat apa-apa dan jalannya menurun tajam. Akhirnya, ayah saya membelokkan jalan ke kiri.

Kami terus meniti jalan yang berbatu tersebut, hingga akhirnya kami menemukan rumah penduduk dan memutuskan untuk bertanya. Kami bertanya kepada salah seorang rumah penduduk. Bersyukur rasanya saat tahu bahwa pemilik rumah juga orang Surabaya yang sedang mudik. Kata penduduk tersebut, jalan yang harus dilalui memang jalan yang tadi kami lewati, tapi jalan tersebut sudah rusak sehinggatidak bisa dilewati mobil. Kemudian orang itu menawarkan rumahnya untuk dijadikan tempat peristirahatan sementara. Alhamdulillah, kami pun beristirahat sejenak.

Saya sarankan kalau sudah memasuki area yang susah sinyal, kalian jangan bergantung dengan Google Maps. Karena untuk area pelosok, menurutsaya Google Maps tidak akurat. Lebih baik bertanya ke penduduk sekitar. Mereka pastilebih tahu wilayah mereka.

Esok harinya, kami harus mengambil jalan memutar karena jalur yang seharusnya dilewati sedang rusak. Kira-kira waktu yang dibutuhkan untuk benar-benar sampai di Pantai adalah 1 jam dari tempat peristirahatan kami. Akses menuju pantai mudah karena jalanannya pun sudah di aspal. Pantai ini ramai sekali saat liburan sehingga menimbulkan macet. But the view is worth it!

Pantai Klayar Landscape:

Travel_with_Girly_Pantai_Klayar

Ombaknya lembut sekali. Seperti selimut. :D

Pantai Klayar Panorama 1:

Travel_with_Girly_Pantai_Klayar2

Pantai Klayar Panorama 2:

Travel_with_Girly_Pantai_Klayar1

Bagaimana? Bagus tidak? Ini belum seberapa. Ombaknya yang bergulung-gulung benar-benar menyenangkan untuk dipakai berenang. Sayang saat itu dilarang berenang. Karena hari sebelumnya ada yang meninggal karena terseret ombak. Seperti yang kalian tahu, Ombak di laut selatan benar-benar besar dan kadang bisa berbahaya. Anyway, untuk orang yang meninggal karena terseret ombak, itu karena dia sendiri yang tidak mematuhi perintah. Berdasarkan cerita penjaga pantai, dia naik menuju ke karang yang sudah diberi tanda merah. Sudah diperingatkan tapi dia tetap nekat. Akhirnya diaΒ terseret ombak. Kalian kalau berlibur jangan sembarangan ya. Nanti jadinya musibah.

Berikut beberapa pemandangan pantai Klayar dari atas:

Travel_with_Girly_Pantai_Klayar3

Pesisir pantainya panjang. Ini baru setengahnya.

Travel_with_Girly_Pantai_Klayar4

Gambar ini diambil dari akses masuk melihat Seruling Laut. Seruling Laut disini sebenarnya karang yang berlubang dan ketika ada ombak, lubang tersebut akan memyemprotkan air dari ombak tersebut. Berikut pemandangan laut dari pantai Klayar.

Travel_with_Girly_Pantai_Klayar7

Kalian bisa lihat ada semburan air disana. Itu yang dimaksud Seruling Laut.

Travel_with_Girly_Pantai_Klayar6

Panorama View:

Travel_with_Girly_Pantai_Klayar5

Anyway, di sisi lain dari bukit menuju ke Seruling Laut ternyata juga ada pantai lagi. Sayangnya pantainya sulit sekali untuk di jamah. Pasirnya masih hitam karena masih mengandung besi.

Travel_with_Girly_Pantai_Klayar8

Ombaknya juga lumayan besar disini. Panorama View:

Travel_with_Girly_Pantai_Klayar9

I am absolutely in love with this beach. <3

Meskipun jalan yang ditempuh benar-benar susah, tapi pemandangan yang didapat benar-benar menyegarkan. Air lautnya biru kehijauan, pasirnya lembut, dan ombaknya yang bergulung-gulung. <3

Travel_with_Girly_Pantai_Klayar10

Di area pantai juga telah disediakan homestay. Atau kalian juga bisa mendirikan tenda untuk beristirahat. Sayangnya, banyak orang membuang sampah sembarangan. Sehingga pantai nya pun menjadi agak kotor. Banyak sampah yang berserakan. Terutama sampah bekas plastik makanan. Padahal sudah disediakan tempat sampah. Meskipun tempat sampahnya tidak banyak, paling tidak bisakan memasukkan sampahnya terlebih dahulu disatu tempat baru setelah itu dibuang. Nikmati alam yang ada di sekeliling kalian tanpa merusaknya. Kalau kalian tidak mau ikut membantu membersihkannya, paling tidak jangan ikut mengotorinya. :)

See you on my next travel story! <3

About Girly Saputri

A Blogger, A Vlogger, and A Lover. I blog and vlog about beauty and hijabi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe Caaantik!

Subscribe Caaantik!

Dapatkan update tentang Giveaway dan tips seputar kecantikan!

Terimakasih caaantik..