Home / Tips Caaantik / Deodorant 101 pt.2 – Deodorant Vs AntiPerspirant

Deodorant 101 pt.2 – Deodorant Vs AntiPerspirant

Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya tentang pengalamanku memakai beberapa jenis deodoran.

Sedikit kilas balik, aku menggunakan deodoran stick saat aku Sekolah SMP dulu. Deodoran stick mampu mengurangi keringat dan bau badan untukku yang mengalami pubertas pada saat itu. Selain itu, deodoran stick juga tahan selama 24 jam.

Memasuki usia 19-20 tahun, deodoran stick mulai nggak mempan di tubuhku. Ketiakku jadi sering basah dan menimbulkan noda kuning di pakaian. Karena mulai terganggu dengan hal ini, aku mengganti deodoranku dengan deodoran roll on.

Deodoran roll on lebih ringan di ketiak dibandingkan dengan deodoran stick. Tetapi, roll on tidak tahan 24 jam dan terasa basah saat dipakai sebelum kering. Ini sangat menggangguku. Maka akupun mengganti dengan deodoran spray.

Deodoran spray memang lebih mahal dibanding yang lain. Tapi deodoran spray lebih bisa menahan keringat selama 24 jam dan tidak menimbulkan bau badan.

Untuk lebih lengkapnya, kalian bisa membaca disini.

Ngomong-ngomong, aku tidak punya masalah bau badan. Jadi spray yang aku pakai saat ini sebenernya bukan deo, melainkan anti prespirant. :)

Loh beda ya deodorant sama antiperspirant?

Bedaaaaaaaaa……
Dua hal benda ini diciptakan untuk tujuan yang berbeda. Jika selama ini yang sering kalian tau adalah deodoran, sebenarnya ada juga kandungan anti prespirant di dalamnya.

Tetapi ada juga produk yang khusus anti prespirant di luar sana. Meskipun jumlahnya sedikit, kebanyakan orang lebih suka memilih antiperspirant dibanding deodoran. Ini dikarenakan deodoran meninggalkan noda kuning di pakaian.

Tenang guys, masalah noda kuning nanti akan di bahas di artikel ini. Baca terus yah. Sekarang kita bahas bedanya deodoran sama antiperspirant dulu. :)

20160807100646_IMG_4829

Deodorant Vs AntiPerspirant

Mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa 2 benda ini diciptakan untuk 2 kebutuhan berbeda. Dulu aku asal memilih deodoran tanpa tau apa fungsi sebenarnya. Yang aku tau pada saat itu, deodoran digunakan untuk menghilangkan BurKet alias Bubur Ketek. Jaman iklan Rexona yang Shandy Aulia itu lohh.. :D

Karena diciptakan untuk kebutuhan berbeda, banyak yang salah pilih. Efeknya ketiak jadi semakin hitam, noda kuning makin banyak, bahkan bau badan nggak hilang! Nah, disinilah letak pentingnya kita mengetahui apa bedanya Deodorant dan Anti Prespirant.

Deodorant diciptakan untuk kalian yang memiliki masalah bau badan. Sedangkan Antiperspirant diciptakan untuk kalian yang memiliki masalah keringat berlebih.

Gampang kan?

Deodorant memiliki kandungan yang mampu melawan bakteri yang menyebabkan bau badan. Kandungan ini bisa meminimalisir berkembangnya bakteri penyebab bau badan sehingga kita bebas bau badan sepanjang hari. Meminimalisir loh ya bukan menghilangkan.

Sedangkan Antiperspirant memiliki kandungan yang mampu menutup kelenjar keringat. Ini cocok untuk kamu yang memiliki masalah keringat berlebih.

Intinya kalian harus tau apa masalah kalian. Kalau kalian bermasalah pada bau badan, pilih deodoran. Sedangkan kalau kalian bermasalah pada keringat berlebih, pilih antiperspirant.

Salah memilih bisa menyebabkan noda kuning di baju atau ketiak yang hitam. Sekarang, kita bahas kandungan deodorant / antiperspirant yang bisa menyebabkan ketiak hitam atau noda kuning yuk… :)

Kandungan Deodorant dan Antiperspirant

Kalau kalian baca postingan tentang Deodorant 101 part 1, kalian pasti tau kalau aku mulai berhenti menggunakan deodorant stick karena noda kuning mulai muncul. Mungkin yang lain juga pernah mengalami masalah noda kuning yang sama.

Jadi setelah aku mempelajari beberapa bahan yang ada dalam kandungan deo, baru lah aku sadar kalau penyebab noda kuning itu adalah aku yang salah memilih deodorant. Iya, untuk kali ini aku sebagai wanita mengaku salah.

Gini guys, deodorant yang ada di Indonesia ini hampir semuanya mengandung aluminium. Nah si aluminium ini lah yang bikin noda kuning pas kena keringat.

Kok ada aluminium? Kan bahaya!

Iya makanya ngerti kan sekarang kalo deodorant itu berbahaya.

Sebenarnya aluminium itu adalah kandungan antiperspirant. Entah itu aluminium zirconium atau aluminium chlorohydrate, 2 bahan ini merupakan bahan paten yang ada di antiperspirant. Sayangnya, deodorant di Indonesia juga mengandung antiperspirant. Oleh karena itu kandungan aluminium bisa ditemukan di hampir seluruh deodorant yang ada di Indonesia.

Nggak percaya? Coba aja ke supermarket terus cek setiap deodorant yang ada. Pasti ada kata Aluminium di ingredients nya.

Aluminium di antiperspirant berfungsi untuk menutup kelenjar keringat sehingga mengurangi keringat yang berlebih. Sedangkan dalam deodorant, mengandung paraben yang mampu membunuh bakteri penyebab bau.

Paraben nggak hanya di deodorant aja, tapi juga ada di antiperspirant. Sedangkan paraben, well hampir semua produk kosmetik mengandung paraben. Bahkan paraben sudah digunakan oleh manusia selama 70 tahun lebih. Tapi, orang-orang mulai aware terhadap paraben ini setelah mulai banyak muncul penyakit yang disebabkan oleh kandungan paraben berlebih. Salah satunya adalah kanker. Naudzubillah salah deodorant bisa bikin kanker. :(

Sebelumnya noda kuning mulai muncul di ketiak saat aku pakai Rexona Deodorant yang stick. Lucunya, noda kuning tidak ada saat aku awal pakai. Justru baru muncul setelah lebih dari 3 tahun aku pakai.

Menurut analisa aku sendiri. Kenapa kok tiba-tiba muncul? Karena kandungan aluminiumnya udah kebanyakan di ketiakku. Udah terlalu lama pakai deo yang ada bahan aluminium jadi langsung deh itu berubah jadi noda kuning tiap aku berkeringat.

Kalo kalian baru awal pakai deodoran dan langsung timbul noda kuning, bisa jadi karena keringat kalian bereaksi dengan aluminium tersebut sehingga bikin noda kuning.

If that makes sense. Maaf kalo jelasinnya acak adut. Ya maklum ya bukan dokter dan jelasinnya dari pengalaman pribadi. Hehe..

Sedangkan kalau ketiak menghitam. Ini disebabkan oleh iritasi. Kulit ketiak sangat sensitive. Sehingga proses pencukuran yang salah atau bahan deodorant yang tidak sehat bisa dengan mudah menyebabkan ketiak iritasi dan  menghitam.

Aduh serem yaaa…

BANGET!!!

Kandungan aluminium aja udah bahaya di antiperspirant. Coba bayangin kalo di gabung sama deodorant.

Dalam deodorant itu ada kandungan paraben untuk membasmi bakteri. Itu juga bahaya loh. Nah masalahnya jadi lebih gede pas sebagian besar deodoran di indonesia itu gabung. Jadi kalau kalian amati, tiap deodorant pasti mengandung anti perspirant.

Lengkap dah tuh aluminium sama paraben digabung. Wushhhh bahan kimia berbahaya cyiiiin…

Sekedar informasi, sebuah penelitian di Universitas Reading di UK mengambil sample dari selaput tisu payudara yang telah mengalami masektomi atau bahasa keren dari operasi pengangkatan payudara karena kanker payudara. Hasilnya? 90% selaput tersebut mengandung paraben.

Paraben dari mana? Dari semua benda yang kita konsumsi dan mengandung paraben Peneliti mengatakan kemungkinan bahwa ketiak adalah yang paling dekat dengan payudara. Jadi saat ketiak terkena bahan-bahan berbahaya, efek terdekat akan terkena payudara. Efek lainnya? Aduuuh naudzubillah nggak bisa bayangin. :(

shocked-gifs

Tambahan informasi….

Aluminium yang terkandung dalam antiperspirant berfungsi untuk menutup kelenjar keringat sehingga keringat tidak berlebih. Saat mereka menutup kelenjar keringat, mereka bisa diserap oleh tubuh dan bisa mempengaruhi estrogen. Jika terlalu sering dipakai bisa berdampak pada ginjal, liver bahkan kanker payudara. :(

Penggunaan aluminium sendiri telah diatur. Paling sedikit 20% untuk perlindungan 24jam dan 30% untuk perlindungan khusus laki-laki. Beberapa wanita yang ingin menghemat pengeluaran deodorant setiap bulannya lebih memilih menggunakan Deodorant cowok karena ketahanannya lebih lama dibanding deodorant cewek.

Sedangkan paraben banyak sekali ditemukan dalam deodorant. Paraben bekerja seperti estrogen dalam tubuh dan membuhun bakteri penyebab bau badan. Tapi ini juga bahaya guys…

Ini dikarenakan Paraben mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh dan meniru cara kerja Estrogen. Berdasarkan sebuah study pada tahun 2004, Estrogen lah yang berperan di formasi kanker payudara.

Setelah membaca artikel ini, kalian pasti mulai berpikir apakah deodoran kalian sehat atau malah kalian ingin lepas tanpa deodoran. Well, keputusan ada di tangan kalian. Tapi di Deodorant 101 part 3 nanti aku akan memberikan sedikit tips untuk kalian yang ingin memilih deodorant secara sehat!

Stay tune yaa.. Terima kasih sudah membaca. xoxo.

Let’s be friends!

facebook: Caaantik Beauty Blog

Instagram: girlysaputri

Youtube: girlysaputri

twitter: girlysaputri

About Girly Saputri

A Blogger, A Vlogger, and A Lover. I blog and vlog about beauty and hijabi.

Check Also

covergirl_foundation7

Memilih Warna Foundation yang Tepat untuk Kulit

Memilih foundation tentunya bisa jadi love hate relationship. Ada yang udah swatch ribuan kali di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Subscribe Caaantik!

Subscribe Caaantik!

Dapatkan update tentang Giveaway dan tips seputar kecantikan!

Terimakasih caaantik..